« sajak menjelang semi | Main | elegi malam (2) »

berceritalah...

tentang hari - harimu disana

mengenai pucuk pinus di negeri tetangga,

tentang surya yang bersinar hangat tak hentinya,

atau tetes jelaga di jalan - jalan kita

-

aku tetap disini

dengan bulan pucat yang meluruh

bergegas selepas paripurna 

dan lonceng yang berayun perlahan

menunggu malam menjemputmu

atau berharap Dia 'kan melepas dahaga

saat sukma ditiupkembalikan

dalam raga peneman imaji panjangku

hari - hari ini

-

berceritalah...

tentang hutan kecil penuh cemara

atau tanah basah penuh kenari

'kan kutulis kisah tentang kita

dalam lembut mega yang berarak

-

demi Dia yang menciptakan rasa ini

jikalau para dewa boleh bercemburu

teruslah bercerita...

tentang lukisan indah kanvas masa depan

dan kelip bintang yang sama

penerang langit kita berdua

-

-

alif,12032006:02:07

Good Morning, Kuala Lumpur...

It has to be the harmony of two souls singing together. Then let's make it happens with (y)our songs.

Comments

Tatkala, langit tak perlu luas untuk menyatukan hasrat maka sedikit saja kisah dapat terangkai antar belahan bumi seolah sebuah semesta yang melingkupi hati... Hati yang membara, karena ketulusan akan kerinduan. Hati yang sederhana, karena kesediaan akan kasih dan cinta.

Keep in love and peace...

*maksudnya sih pengen bilang, "cie cie..." Tapi kok jadi puisi lagi yah?? :))

Hmmmhhh...makin penasaran sm 'mbak pelangi'..?!

he...he mas alif lumayan juga nulis puisinya....
Jadi pengen tahu bwt siapa puisi itu?

sweet ;p

all the best to you and the rainbow btw.. :)

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .