« Bercakap dengan Bulan | Main | untuk pelangi »

elegi malam

-

ketika tapak senja mulai melangkah
bila langit melepas warna emas terakhirnya
dan awan keruh menyaru dengan gulita
-
aku berharap riang menyambut malam
namun tiap detiknya adalah penderitaan

karena insomnia akut sialan
dengan hening yang berarti kesepian
dan tengokan yang menghadir tumpukan sesal

-
aku berharap sangat kepada mimpi
namun datangnya adalah nelangsa panjang
tentang hari lalu yang indah
tentang bau harum yang sungguh aku kenal
tentang tatapan teduh yang tak mungkin lagi aku rengkuh
tentang dekap hangat kepercayaan
tentang sayap - sayap pencapaian
tentang lukisan indah kanvas masa depan
tentang ............
-

aku berharap lelah kepada fajar
namun keberadaanya adalah merutuk diri
bersama redupnya fatamorgana mimpi
-
aku berharap pasrah kepada embun
agar menyemikembalikan asa
-
tapi berharap embun adalah tegas nestapa
karena embun sudah musnah
sebelum pagi menjadi

-

alif,23012006,19.10

Comments

Perasaan, kata "elegi" dan "embun" mengingatkan gue pada seseorang yang cukup dekat, baik dengan loe maupun gue :-)
Banyak banget sih punya blog....

duh, alip ba ta tsa...(kenapa jd ngeja huruf hijaiyah geenee??!!)
kena insomnia, dan mimpi2 aneh?? :).. belum baca doa kalee sblm tidur.. apa blm matiin lampu?? apa kebanyakan liat film horor?? he?!!
semoga gelap kan sirna ya.. jika gulita blm jg brganti terang, cpt cari lilin ato senter spy lbh mudahnya...
(komen yg ga guna)...
yg jls.. nelangsa amat alief ini smenjak merantau... apa krn ga istikharah ya? hehehehe... (just kidding)
cao

Sumpah aku bingung Lief, kenapa sampeyan sekarang banyak bikin puisi?.

Tapi bagus juga, soale aku banyak yang ndak ngerti hehehehe (kasihan banget si).

Anyway, dengan gini sampeyan bisa banyak menghibur wanita hahahahaha. Buktine, yang comment wedok kabeh.

Selamat !!!

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .